Suka gemeeees kalau lihat makanan tak tersentuh. Jadi pengen dihabisin, eh. Seperti weekend kemarin. Biasanya kalau weekend saya suka sediain cemilan apa saja yang sederhana. Semua penghuni rumah yang kerja dan sekolah kan libur. Kalau nggak kemana-mana, pasti kerjaannya main dan ngemil.
Monday, March 30, 2015
Bola-bola Ubi Isi Mentega
Sunday, March 29, 2015
Puding Pisang Uli, Cemilan Sehat dan Sederhana
Hampir semua buah yang rasanya manis, anak-anak saya suka. Semangka, melon, salak, mangga, dan pisang. Ya, pisang! Buah ini hampir tiap hari tersaji di meja makan. Suami saya biasanya memakannya untuk sarapan dan cemilan. Anak-anak saya suapi pisang sebagai cemilan menyehatkan.
Menurut australianbananas.com.au, pisang mulai bisa dikonsumsi oleh anak usia 6-7 bulan. Karena pada usia itu, kemampuan mencerna anak sudah lebih baik. Pisang mengandung utrisi yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin dan mineral. Pisang mengandung vitamin C, folat, riboflavin, vitamin B6, serta potassium. Kandungan-kandungan itu membuat anak cepat kembali mendapat energi setelah seharian bermain.
Biasanya pisang yang kami konsumsi adalah pisang ambon dan pisang uli. Pisang ambon ini manis dan harum. Begitu juga pisang uli. Hanya saja, pisang uli ukurannya lebih kecil dan kulit buahnya lebih tipis. Di tukang sayur langganan, harga pisang uli lebih murah dari pisang ambon. Satu sisir yang berisi belasan pisang uli, harganya sekitar 5000 rupiah saja. Ini nih bentuknya pisang uli seperti gambar di bawah. Entah di daerah lain disebutnya pisang apa.
Wednesday, March 25, 2015
Kentang Goreng Tepung
Kenapa ya kentang kalau digoreng cepet lemes lagi? Kenapa ya kentang yang dibeli di supermarket bisa ga lemes sampai siang? Saya belum nemu ilmunya.
Suatu hari beli kentang goreng dekat sekolah anak. Kentang gorrengnya pakai tepung, entah tepung apa. Enak juga ternyata kalau kentang goreng dipakein tepung. Jadi coba juga di rumah. Ini kentang goreng tepung ala saya.
Monday, March 23, 2015
Nasi Goreng Kunyit
Gas habis dan toko tutup di hari Minggu karena nci dan koko
yang punyanya ke gereja. Disitu saya merasa sedih :(. Ah, sedih mah jangan
terlalu didramatisir. Sekarang waktunya memutar otak bagaimana agar sekeluarga
bisa tetap makan malam dengan makanan yang ada di rumah.
Minggu malam itu, saya emmang berniat membuat nasi goreng
kunyit. Inspirasinya lihat blog tentang menu diet hipertensi ini. Saya suka
bingung aja menu apa untuk ayahnya anak-anak yang diet hipertensi. Akhirnya kita
coba buat nasi goreng kunyit, tapi kali ini masaknya pakai magic jar si penanak
nasi.
Thursday, March 5, 2015
Tumis Daging sapi Saus Tiram
Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu dapat kiriman daging rendang dari kakak. Tapi...mau dimasak rendang kok ragu ya. Dulu, masak masakan ini tak sukses dan bikin kecewa orang. Lagipula, rendang itu pedas, anak-anak tak bisa makan. Akhirnya, browsing resep yang bisa anak-anak makan juga. Di dapurmasak.com ada banyak resep daging sapi yang ditumis. Dengan disesuaikan bahan yang ada di rumah, jadilah tumis daging sapi ala saya.
Tuesday, February 24, 2015
Roti Tawar Goreng Isi Sosis Untuk Bekal Sekolah Anak
Roti memang paling praktis dan serbaguna. Bisa Untuk sarapan dan bekal sekolah anak. Isinya juga bisa macama-macam, dari mulai cokelat, keju, sosis, telur, dan yang lainnya.
Tapi...lama-lama anak jadi bosan kalau bekalnya roti terus. Ibu harus pintar mengkreasikannya. Selain dioles dan diisi, saya akhirnya mengkreasikan roti tawar dengan cara digoreng atau dibakar.
Sebelumnya saya sudah pernah buat roti goreng isi telur untuk bekal anak. Kemarin, saya buat yang isi sosis. Ini bahan-bahan yang diperlukan.
Monday, February 23, 2015
(Recook) Makaroni Schotel Kukus
Dulu liat resep makaroni schotel di blognya mak Irowati. Jadi ingin coba karena kelihatannya simple. Bisa dikukus juga. Selama ini saya pikir kalau bikin makaroni schotel harus dipanggang dan pakai keju. Tentu saja, kalau pakai keju dan dipanggang rasanya akan lebih yummmy.
Anak-anak baru sembuh dari sakit di musim hujan. Yang 7 tahun kena demam tifoid, yang 3 tahun kena radang tenggorokan. Jadi makannya harus yang lembut-lembut. Beberapa hari masak sop sosis, sampai-sampai emaknya jadi bosen dan eneg sama bau sosis. Tapi anehnya anak-anak mah gak ada bosennya sama sosis. Mintanya makan sama sosis lagi, sosis lagi.
Lalu browsing resep masakan apaaa gitu yang lembut-lembut dan mudah ditelan anak-anak. Nemu banyak resep dan jadi teringat resepnya makaroni schotelnya mak Irowati. Saya coba buat dan alhamdulillah anak-anak suka walau tak pakai keju. Tapi saya coba buatnya setengah resep dulu, biasa...khawatir gagal. Kalau gagal kan jadi sayang bahan-bahan yang sudah dipakai..mubazir.
Subscribe to:
Posts (Atom)