Saturday, November 15, 2014

Biji Jambu Merah, Dibuang Sayang

Bapak di kampung punya pohon jambu merah yang ditanam di belakang rumah. Rupanya, beberapa hari yang lalu bapak habis panen. Kebetulan suami silaturahim ke sana dan pulangnya bawa sekardus kecil berisi jambu merah dan pisang.

Anak saya, Zaidan, suka sekali dibuatkan salad jambu merah yang diberi saus mayo dan madu atau mayo dan susu kental manis. Syaratnya cuma satu, disuapi. Kalau tidak disuapi, buah-buahan di rumah jarang tersentuh. Raissa lain lagi. Dia tak suka jambu merah dan lebih suka pisang.



Saat membuat salad jambu merah, saya tidak menyertakan biji dan kulitnya. Kulitnya saya buang dan bijinya yang masih penuh dengan daging buah saya pisahkan. Jadinya yang diambil daging buahnya saja.

Zaidan bisa menghabiskan dua mangkok salad jambu merah. Biji-biji yang masih berbalut buah jambu merah saya blender dengan dicampur air dan sedikit gula pasir. Setelah itu, saringlah. Jadilah satu gelas jus jambu merah segar dan 2 mangkuk salad dari 2 buah jambu merah! Jus untuk emaknya dan salad untuk anaknya. Musim hujan begini tak ada salahnya minum jus kok, asal tak pakai es batu.


2 comments:

  1. Tindakan yang cerdas mbak. Memang daging buah jambu biji yang banyak kandungan Vit C ada di daging buah yang di sela-sela bijinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitu ya pa...saya kepikirannya sayang aja kalo dibuang

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...